Home / Blog / Penulisan Skripsi
Penulisan Skripsi8 menit baca•22 Januari 2026

Contoh Rumusan Masalah Skripsi yang Baik + Panduan Membuatnya

Contoh rumusan masalah skripsi dari berbagai jurusan beserta panduan cara membuatnya — dari format kalimat tanya, perbedaan dengan tujuan penelitian, hingga tips membuat yang tajam.

Apa Itu Rumusan Masalah?

Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang dirumuskan secara spesifik, jelas, dan terukur berdasarkan identifikasi masalah di latar belakang. Rumusan masalah berfungsi sebagai kompas penelitianmu — setiap aktivitas dalam skripsi, mulai dari pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan, harus dapat ditelusuri kembali ke rumusan masalah ini.

Rumusan masalah yang baik akan membuat seluruh skripsimu terasa koheren dan terarah. Sebaliknya, rumusan masalah yang kabur akan membuat dosen bertanya: "Sebenarnya kamu mau meneliti apa?"

Perbedaan Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Ini adalah salah satu kebingungan paling umum pada mahasiswa tingkat awal. Perbedaannya sebenarnya sederhana:

  • Rumusan masalah — berbentuk kalimat tanya. Contoh: "Apakah terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan?"
  • Tujuan penelitian — berbentuk kalimat pernyataan tujuan. Contoh: "Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan."

Keduanya adalah cermin satu sama lain — setiap rumusan masalah memiliki tujuan penelitian yang padanannya, dan sebaliknya. Jumlahnya pun harus sama.

Format Kalimat Tanya yang Benar

Ada dua jenis pertanyaan yang lazim digunakan dalam rumusan masalah skripsi Indonesia:

1. Pertanyaan Eksplanatoris (untuk penelitian kuantitatif)

Digunakan untuk menjelaskan hubungan atau pengaruh antara variabel. Kata tanya yang digunakan: "Apakah terdapat...?" atau "Seberapa besar pengaruh...?"

Contoh: "Apakah terdapat pengaruh signifikan antara kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan PT XYZ?"

2. Pertanyaan Deskriptif / Eksploratif (untuk penelitian kualitatif)

Digunakan untuk menggali pemahaman mendalam tentang fenomena tertentu. Kata tanya yang digunakan: "Bagaimana...?" atau "Mengapa...?"

Contoh: "Bagaimana strategi adaptasi UMKM batik Laweyan dalam menghadapi persaingan pasar digital?"

Contoh Rumusan Masalah dari Berbagai Jurusan

Jurusan Manajemen

Topik: Pengaruh kepuasan kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan

  1. Apakah terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Maju Bersama Surabaya?
  2. Apakah terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Maju Bersama Surabaya?
  3. Apakah kepuasan kerja dan motivasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Maju Bersama Surabaya?

Jurusan Teknik Informatika

Topik: Klasifikasi penyakit tanaman menggunakan Convolutional Neural Network

  1. Bagaimana merancang dan membangun sistem klasifikasi penyakit tanaman padi menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN)?
  2. Berapa tingkat akurasi yang dicapai model CNN dalam mengklasifikasikan penyakit tanaman padi berdasarkan dataset yang digunakan?
  3. Bagaimana performa model CNN dibandingkan dengan metode Support Vector Machine (SVM) pada dataset yang sama?

Jurusan Pendidikan

Topik: Pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis siswa

  1. Bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA N 1 Semarang sebelum diterapkan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning)?
  2. Bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis proyek?
  3. Apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol?

Jurusan Ilmu Hukum

Topik: Perlindungan hukum konsumen dalam transaksi e-commerce

  1. Bagaimana pengaturan hukum perlindungan konsumen dalam transaksi e-commerce berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan peraturan terkait?
  2. Apa saja hambatan dalam penegakan hukum perlindungan konsumen pada transaksi e-commerce di Indonesia?
  3. Bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa konsumen dalam transaksi e-commerce menurut hukum positif Indonesia?

Jurusan Keperawatan

Topik: Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi

  1. Bagaimana gambaran dukungan keluarga pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Sehat Makmur?
  2. Bagaimana tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sehat Makmur?
  3. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi?

Tips Membuat Rumusan Masalah yang Tajam dan Terarah

1. Pastikan Spesifik dan Terukur

Hindari pertanyaan yang terlalu luas seperti "Bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia?" Persempit ke hal yang konkret: siapa subjeknya? Di mana lokasi penelitiannya? Apa variabel yang diukur?

2. Pastikan Bisa Dijawab dengan Data

Setiap pertanyaan dalam rumusan masalah harus bisa dijawab melalui proses pengumpulan dan analisis data — baik data primer (kuesioner, wawancara, observasi) maupun data sekunder (dokumen, database). Jika pertanyaanmu tidak bisa dijawab dengan data, ulangi proses merumuskannnya.

3. Konsisten dengan Variabel di Judul

Variabel yang disebutkan di judul penelitian harus muncul dalam rumusan masalah. Jika judul menyebut "kepuasan kerja", "motivasi", dan "kinerja karyawan" — ketiga hal ini wajib ada di rumusan masalah.

4. Jumlah Rumusan Masalah yang Ideal

Untuk skripsi S1, idealnya 2-4 rumusan masalah. Terlalu sedikit (1 masalah) biasanya terlalu sederhana. Terlalu banyak (lebih dari 5) bisa membuat skripsi melebar dan sulit diselesaikan dalam waktu yang tersedia.

5. Urutkan Secara Logis

Jika ada pertanyaan yang menjadi syarat untuk menjawab pertanyaan berikutnya, letakkan dulu yang menjadi "dasar". Misalnya, pertanyaan tentang gambaran umum variabel lebih baik diletakkan sebelum pertanyaan tentang hubungan atau pengaruh antar variabel.

Rumusan Masalah dan Judul: Mana yang Lebih Dulu?

Ini pertanyaan klasik. Secara idealnya, proses riset dimulai dari identifikasi masalah lalu rumusan masalah lalu judul penelitian. Namun dalam praktik, seringkali mahasiswa sudah punya ide judul dulu. Tidak masalah — yang penting setelah judul terbentuk, kamu membuat rumusan masalah yang konsisten dengan variabel dan konteks di judul tersebut.

Yang paling penting: antara judul, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis (jika ada), dan kesimpulan — semuanya harus satu benang merah yang konsisten. Dosen penguji pasti akan mengecek konsistensi ini saat sidang.

Siap mulai?

Butuh bantuan skripsi? Coba skripsi.fun gratis

AI skripsi.fun bisa bantu kamu nulis BAB, cari jurnal ilmiah, latihan sidang, cek plagiarisme, dan masih banyak lagi. Daftar gratis, langsung pakai.

Buat Skripsimu Sendiri — Gratis di skripsi.fun

Artikel Terkait

Penulisan Skripsi

Cara Membuat Latar Belakang Skripsi yang Kuat dan Disetujui Dosen

Baca
Riset & Referensi

Cara Mencari Jurnal Ilmiah untuk Skripsi Secara Gratis (2026)

Baca
Sidang & Ujian

10 Tips Lolos Sidang Skripsi: Persiapan dari H-30 hingga Hari H

Baca